Kurniawan, Riko Dwi (2026) Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Informed Consent Anestesi oleh Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit X. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (206kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (594kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (184kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Ketidaklengkapan pengisian informed consent anestesi sering terjadi, salah satunya di Rumah Sakit X. Angka ketidaklengkapan pengisian informed consent anestesi masih sangat tinggi. Angka persentase ketidaklengkapan pada bulan Januari hingga April 2025 mencapai 23,8% pada formulir anestesi general dan 25,2% pada anestesi regional, sehingga kelengkapan pengisian informed consent anestesi belum sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu 100% setelah mendapatkan informasi yang jelas. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian informed consent anestesi oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit X menggunakan teori perilaku Lawrence Green (1980) berdasarkan predisposing factors, enabling factors, dan reinforcing factors. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, wawancara dan diskusi. Hasil penelitian pada predisposing factors yaitu kurangnya pengetahuan, tidak saling mengingatkan antar tenaga kesehatan; enabling factors yaitu sosialisasi belum merata, pelatihan belum pernah dilakukan, SPO belum diketahui, desain informed consent belum efisien; reinforcing factors yaitu pemberian reward dan punishment belum optimal. Rekomendasi upaya perbaikan meliputi pelaksanaan sosialisasi dan monitoring secara berkala mengenai item isian dan standar kelengkapan informed consent, kepala instalasi sebagai role model bagi bawahannya, pelaksanaan sosialisasi kelengkapan serta pelatihan pengisian informed consent anestesi, sosialisasi dan penempelan SPO diruang keperawatan, redesain formulir informed consent dengan melibatkan pengguna, pemberian reward berupa insentif tambahan tiap ruang serta pemberian punishment berupa sanksi bertahap. Kesimpulan penelitian ini yaitu semua faktor perilaku menjadi faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian informed consent anestesi oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit X.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ketidaklengkapan, Informed Consent, Anestesi, Perilaku, Diskusi | ||||||
| Subjects: | 260 - Rumpun Ilmu Kedokteran > 270 - Ilmu Kedokteran Spesialis > 272 - Anestesi 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan) |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Riko Dwi Kurniawan | ||||||
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 02:40 | ||||||
| Last Modified: | 30 Mar 2026 02:41 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55071 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
