Analisis Trend Indikator Rumah Sakit di Ruang Fresia 1 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung Pada Triwulan IV Tahun 2022

Sari, Putri Indah (2023) Analisis Trend Indikator Rumah Sakit di Ruang Fresia 1 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung Pada Triwulan IV Tahun 2022. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (369kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (1MB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (405kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Data rekam medis yang dihasilkan dari pelayanan pasien sangat penting untuk perhitungan statistik rumah sakit guna mengukur efisiensi pelayanan rawat inap melalui indikator BOR, AvLOS, TOI, dan BTO. Berdasarkan observasi awal di Ruang Fresia 1 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, hanya nilai AvLOS yang memenuhi standar ideal Kemenkes, sementara indikator lainnya masih jauh dari standar.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren indikator rumah sakit (BOR, AvLOS, TOI, dan BTO) di Ruang Fresia 1 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung pada triwulan IV tahun 2022, serta mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya indikator tersebut.Metode: Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan masukan (input), lingkungan (environment), dan proses (process). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan petugas sensus harian rawat inap menggunakan data primer dan sekunder.Hasil: Hasil perhitungan persamaan tren menunjukkan titik tren BOR terus menurun (29,34% di Oktober menjadi 19,99% di Desember), jauh di bawah standar ideal 60-85%. Nilai AvLOS sudah sesuai standar (6-7 hari). Namun, tren TOI mengalami kenaikan hingga 27 hari di Desember (standar 1-3 hari) dan tren BTO hanya 1 kali per bulan (standar 40-50 kali per tahun). Faktor penyebab rendahnya indikator meliputi: adanya dua ruangan untuk pasien BPJS kelas 2 (unsur masukan), kebijakan rujukan berjenjang (unsur lingkungan), dan sikap petugas yang kurang ramah yang memengaruhi kepuasan pasien (unsur proses).Kesimpulan: Tren indikator BOR, TOI, dan BTO di Ruang Fresia 1 pada triwulan IV tahun 2022 belum mencapai standar ideal. Disarankan bagi rumah sakit untuk menggabungkan ruangan rawat inap BPJS kelas 2, memperbaiki sikap pelayanan petugas, dan meningkatkan kegiatan promosi kesehatan.Kata Kunci: Tren Indikator, BOR, AvLOS, TOI, BTO, Efisiensi Rawat Inap.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPutra, Dony Setiawan HendycaNIDN0017128803
Uncontrolled Keywords: Tren Indikator, BOR, AvLOS, TOI, BTO, Efisiensi Rawat Inap.
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Putri Indah Sari
Date Deposited: 06 Mar 2026 02:02
Last Modified: 09 Mar 2026 01:35
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/54568

Actions (login required)

View Item View Item