Mustofa, Fatika Firzatullah (2026) Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan dan Ketidaktepatan Kode Diagnosis Neoplasma di Rumah Sakit Citra Husada Jember. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Abstract)
G41212351_ABSTRACT.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (251kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
G41212351_BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (280kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
G41212351_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (238kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
G41212351_LAPORAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Kode diagnosis neoplasma memiliki ketentuan khusus yang membedakannya dari kode diagnosis penyakit lain karena sesuai pedoman ICD-10 penetapannya harus mencantumkan kode topografi dan kode morfologi berdasarkan hasil pemeriksaan patologi anatomi (PA). Namun, hasil observasi terhadap 162 rekam medis rawat inap menunjukkan bahwa 112 rekam medis (69,1%) tergolong tidak lengkap dan tidak tepat serta 50 rekam medis (30,9%) tidak lengkap tetapi tepat, sehingga tidak ditemukan rekam medis yang memenuhi standar kelengkapan kode diagnosis neoplasma. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan dan ketidaktepatan kode diagnosis neoplasma berdasarkan faktor individu, psikologis, dan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming terhadap 3 petugas koder dan 1 kepala unit rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab ketidaklengkapan dan ketidaktepatan kode diagnosis neoplasma tidak ditemukan pada faktor individu maupun faktor psikologis. Faktor penyebab utama ditemukan pada faktor organisasi, yang meliputi keterbatasan SIMRS, belum diterapkannya mekanisme imbalan berupa reward dan punishment berdasarkan hasil akhir penetapan kode, dan belum tersedianya SPO khusus penetapan kode neoplasma. Upaya perbaikan yang direkomendasikan meliputi pengembangan SIMRS, pemanfaatan indikator kinerja, dan penyusunan SPO khusus penetapan kode diagnosis neoplasma, sehingga rumah sakit perlu mengembangkan SIMRS yang mendukung pencantuman kode morfologi, melakukan monitoring dan evaluasi berbasis indikator kinerja, serta menetapkan SPO khusus penetapan kode diagnosis neoplasma. Faktor penyebab ketidaklengkapan dan ketidaktepatan kode diagnosis neoplasma dalam penelitian ini terutama disebabkan oleh faktor organisasi. Faktor tersebut telah dianalisis beserta rekomendasi perbaikan, sehingga rumah sakit perlu menindaklanjuti rekomendasi tersebut untuk meningkatkan kualitas kode diagnosis neoplasma.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | neoplasma, kode topografi, kode morfologi | ||||||
| Subjects: | 260 - Rumpun Ilmu Kedokteran > 270 - Ilmu Kedokteran Spesialis > 282 - Patologi Anatomi 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 370 - Ilmu Keperawatan dan Kebidanan > 373 - Administrasi Rumah Sakit 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan) 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 355 - Epidemiologi 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 358 - Ilmu Asuransi Jiwa dan Kesehatan 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Fatika Firzatullah Mustofa | ||||||
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 01:16 | ||||||
| Last Modified: | 02 Mar 2026 01:17 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/54301 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
