Induksi Tunas Tembakau (Nicotiana Tabacum L) Varietas White Burley Dengan Penambahan BAP (Benzyl Amino Purine) Pada Perbanyakan Kultur Jaringan

Rizki, Moh Nuzulul (2016) Induksi Tunas Tembakau (Nicotiana Tabacum L) Varietas White Burley Dengan Penambahan BAP (Benzyl Amino Purine) Pada Perbanyakan Kultur Jaringan. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstrak)
8. abstrak.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (87kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
bab 1 pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (94kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (87kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
laporan lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Kultur jaringan tanaman adalah suatu teknik isolasi bagian-bagian tanaman, seperti jaringan, organ, ataupun embrio, lalu dikultur pada medium buatan yang steril sehingga bagian-bagian tanaman tersebut mampu beregenerasi dan berdiferensiasi menjadi tanaman lengkap. Jaringan yang sering digunakan dalam teknik kultur jaringan tanaman adalah kalus, sel, protoplas; sedangkan organ tanamannya meliputi pucuk, bunga, daun, dan akar. Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Ekplan yang digunakan adalah tembakau white burley. Tembakau white burley dikembangkan di Jember pada tahun 1998, untuk memenuhi kebutuhan produksi rokok putih yang selama ini dipenuhi melalui import dari amerika. White burley ditanam oleh petani dengan hubungan kemitraan bersama perusahaan. Pada tahun 2011 area penanaman seluas 182 hektar, pada tahun 2012 seluas 125 hektar. Adapun kawasan penanaman White Burley terdapat di Rambipuji dan Janggawah. Kegiatan ilmiah ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penambahan BAP (Benzyl Amino Purine) pada perbanyakan kultur jaringan dengan perlakuan P0 (MS tanpa BAP) dan P1 MS + 3 ppm BAP. Metode analisis yang digunakan adalah uji T (T - Test). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penambahan BAP (Benzyl Amino Purine) memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah tunas dan persentase bertunas.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorErawati, Dyah NuningNIP196905021994032004
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Divisions: Jurusan Teknologi Pertanian > Prodi D3 Teknologi Industri Pangan > Tugas Akhir
Depositing User: Usman Efendi
Date Deposited: 10 Feb 2026 01:39
Last Modified: 10 Feb 2026 01:40
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/53431

Actions (login required)

View Item View Item