Siboro, Ego Purba (2017) Efektivitas Penggembalaan Terhadap Pencegahan Distokia Pada Sapi Menjelang Melahirkan Di PT UPBS Pangalengan Bandung Selatan. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Ringkasan)
7. RINGKASAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (87kB) |
|
|
Text (Bab 1 Ringkasan)
13. BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (90kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (163kB) |
|
|
Text (Ta Lengkap)
TA LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (640kB) |
Abstract
Distokia adalah suatu gangguan dari suatu proses kelahiran atau partus, yang mana dalam stadium pertama dan stadium kedua dari partus itu keluarnya fetus menjadi lebih lama dan sulit, sehingga menjadi tidak mungkin kembali bagi induk untuk mengeluarkan fetus kecuali dengan pertolongan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan distokia yaitu dengan penerapan penggembalaan pada induk bunting satu minggu sebelum melahirkan. Padang penggembalaan merupakan suatu areal yang ditumbuhi famili gramineae dan mungkin juga terdapat jenis tumbuhan lainya seperti leguminosa dan tanaman lainya yang digunakan untuk makanan ternak. Manfaat padang penggembalaan sangat penting terhadap sapi bunting yaitu dapat mengurangi ketosis, melatih otot-otot pada kaki maupun rahim dan memudahkan pada saat melahirkan karena pergerakan atau latihan yang lebih banyak Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggembalaan terhadap pencegahan distokia pada sapi menjelang melahirkan. Pengamatan ini dilakukan pada bulan juli 2015 sampai agustus 2015 di PT UPBS desa Margamekar, kecamatan Pangalengan, Bandung Selatan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan penggembalaan di PT UPBS sudah efektif terutama pada laktasi pertama kedua dan kelima dengan hasil pada laktasi pertama dari 34% distokia menurun menjadi 29%, laktasi kedua dari 25% menurun menjadi 8%, laktasi ketiga dari 8% tingkat kejadian distokia tetap 8%, laktasi keempat dari 5% meningkat menjadi 21% dan pada laktasi kelima dari 67% menurun menjadi 25%.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 200 - Rumpun Ilmu Hewani > 210 - Ilmu Peternakan > 216 - Produksi Ternak | ||||||
| Divisions: | Jurusan Peternakan > Prodi D3 Produksi Ternak > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Usman Efendi | ||||||
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 07:10 | ||||||
| Last Modified: | 28 Jan 2026 07:11 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52646 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
