Analisis Penyebab Endometritis Pada Sapi Friesian Holstein (FH) di PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS) (Studi Kasus di PT. UPBS Dusun Cieurih Desa Marga Mekar Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung)

Sari, Swastika Prawita (2017) Analisis Penyebab Endometritis Pada Sapi Friesian Holstein (FH) di PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS) (Studi Kasus di PT. UPBS Dusun Cieurih Desa Marga Mekar Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung). Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Ringkasan)
7. RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (88kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
13. BAB I PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (90kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (162kB)
[img] Text (Ta Lengkap)
TA LENGKAP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (670kB)

Abstract

Produksi susu di Indonesia selama 5 tahun terakhir hanya mampu memproduksi susu segar paling tinggi sebanyak 974.694 liter pada tahun 2011. Terdapat beberapa hal yang menjadi faktor penyebab penurunan produksi susu salah satunya adalah kemampuan reproduksi. Kemampuan reproduksi yang semakin tinggi akan diikuti pula dengan semakin tingginya produktifitas ternak tersebut. Salah satu gangguan reproduksi yang sering terjadi di peternakan sapi perah adalah endometritis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dari endometritis yang sering terjadi serta mengetahui berapa persentase endometritis di PT.UPBS. Kegiatan ini dilaksanakan di PT. UPBS Pangalengan yang dimulai tanggal 25 Juli 2016 dan selesai pada tanggal 29 Juli 2016. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil dari kegiatan ini di dapatkan sebanyak 30 ekor sapi FH mengalami endometritis dari 277 ekor kelahiran dan terdapat 3 faktor yang mempengaruhi endometritis antara lain retensio sekundinae dengan presentase sebesar 62,5%, umur sapi perah FH dengan presentase sebesar 56,7%, dan distokia sebesar 10,3%. Pelaksanaan IB pertama sebaiknya tidak kurang dari 60 hari untuk menurunkan nilai S/C pada sapi, peningkatan dalam hal kehiegenisan pada kandang melahirkan, peralatan serta penanganan pada sapi yang melahirkan diharapkan mampu mengurangi endometritis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorNurkholis, NurkholisNIP197801032008121001
Subjects: 200 - Rumpun Ilmu Hewani > 210 - Ilmu Peternakan > 216 - Produksi Ternak
Divisions: Jurusan Peternakan > Prodi D3 Produksi Ternak > Tugas Akhir
Depositing User: Usman Efendi
Date Deposited: 28 Jan 2026 04:03
Last Modified: 28 Jan 2026 04:03
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52611

Actions (login required)

View Item View Item