Brilliandika, Adam Agis (2025) Penerapan Action Engineering Terhadap Temuan Ketidaksesuaian Pada Subdivisi Service Blower PT Intidaya Dinamika Sejati. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (201kB) |
|
|
Text (Bab 1. Pendahuluan)
Bab 1. Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (216kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (144kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Subdivisi Service Blower PT Intidaya Dinamika Sejati merupakan unit kerja yang berperan dalam proses perbaikan dan rekondisi blower industri melalui tahapan pembongkaran, inspeksi komponen, perakitan, dan pengujian performa. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap unit blower harus memenuhi standar teknis berdasarkan parameter kualitas seperti getaran, suhu, tekanan, kebocoran, dan keseimbangan putaran. Ketidaksesuaian yang ditemukan selama proses servis didokumentasikan melalui Form Ketidaksesuaian (NCR) untuk menentukan penyebab, jenis ketidaksesuaian, serta tindakan penanganannya. Hasil analisis terhadap data ketidaksesuaian menunjukkan bahwa kategori dimensi merupakan temuan terbesar, diikuti fungsi dan visual. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar masalah berasal dari toleransi komponen, kesesuaian antarpart, serta kondisi produk awal dari customer. Tren bulanan menunjukkan dinamika ketidaksesuaian, termasuk peningkatan signifikan pada Oktober akibat kurang konsistennya pengendalian mutu pada beberapa tahapan servis. Action Engineering digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan terhadap setiap ketidaksesuaian, baik berupa repair, reject, maupun anulir. Namun penerapannya belum optimal karena dokumentasi teknis belum selalu lengkap, keputusan sering bersifat verbal, dan belum ada standarisasi batasan teknis yang seragam. Kondisi ini berpotensi menyebabkan ketidaktepatan analisis, perbaikan yang berulang, serta penurunan efektivitas sistem mutu secara keseluruhan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Service Blower, Quality Control, Ketidaksesuaian, Running Test | ||||||
| Subjects: | 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 431 - Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain) 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 432 - Teknik Produksi (dan Atau Manufakturing) |
||||||
| Divisions: | Jurusan Teknik > Prodi D4 Teknik Energi Terbarukan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Adam Agis Brilliandika | ||||||
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 01:38 | ||||||
| Last Modified: | 28 Jan 2026 01:39 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52505 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
