Peranan Stasiun Masakan Dalam Menunjang Efisiensi Proses Fermentasi Pada Produksi Ethanol Di PS. Madukismo PT. Madubaru

Sya'bani, Angga Maufirotus Peranan Stasiun Masakan Dalam Menunjang Efisiensi Proses Fermentasi Pada Produksi Ethanol Di PS. Madukismo PT. Madubaru. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (203kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (448kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (199kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN LENGKAP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Program magang industri merupakan salah satu implementasi kurikulum pendidikan vokasi yang memberikan pengalaman nyata di dunia kerja sesuai bidang keahlian. Pelaksanaan magang di PT Madubaru PG – PS Madukismo Yogyakarta memberikan kesempatan untuk memahami dinamika proses pengolahan alkohol melalui integrasi peran Pabrik Gula (PG) dan Pabrik Spiritus (PS). PT Madubaru memanfaatkan molase dari PG sebagai bahan baku utama produksi alkohol di PS. Proses operasionalnya menerapkan konsep pemanfaatan hasil samping secara berkelanjutan. Kegiatan magang mengambil fokus pada proses produksi di stasiun masakan sebagai tahap awal pengolahan alkohol. Stasiun masakan memiliki peranan penting dalam menyiapkan media fermentasi yang menentukan keberhasilan tahapan peragian dan penyulingan. Kualitas dan kestabilan adonan bergantung pada pengendalian kadar ˚brix, pH, serta pemberian nutrien seperti pupuk urea dan pupuk NPK sebagai pendukung pertumbuhan mikroorganisme. Pemahaman mengenai alur proses, karakteristik bahan baku, serta fungsi peralatan diperoleh melalui observasi langsung, wawancara teknis dan keterlibatan dalam operasional harian pabrik. Analisis teknis yang dilakukan berfokus pada perhitungan neraca massa untuk mengevaluasi keseimbangan aliran bahan pada setiap tangki proses. Tangki proses bibit 3A dengan target kadar 14˚brix diperoleh massa tetes sebesar 346,71 kg/jam, air 1.229,94 kg/jam, H2SO4 0,76 kg/jam, serta bahan nutrisi masing-masing 0,83 kg/jam, sehingga total massa input berjumlah 1.579,07 kg/jam dan massa ouput sebesar 1.579,06 kg/jam, dengan selisih 0,01 kg/jam. Tangki proses bibit 3B dengan target kadar 18˚brix diperoleh input 1.881,70 kg/jam dan output setara tanpa selisih massa. Tangki adonan 8/1 dengan target kadar 55˚brix diperoleh total input 1.881,70 kg/jam dan output 1.880,94 kg/jam dengan selisih 0,76 kg/jam. Seluruh data menunjukkan keseimbangan massa berada dalam batas toleransi teknis. Operasi pada stasiun masakan dinyatakan stabil, efisien dan sesuai dengan standar operasional perusahaan. Keberhasilan operasional di stasiun masakan menunjukkan pentingnya pengendalian parameter proses sebagai penentu kualitas media fermentasi yang berdampak langsung terhadap efektivitas tahap produksi selanjutnya. Evaluasi neraca massa membuktikan tercapainya efisiensi proses dan kepatuhan terhadap standar perusahaan pada setiap unit tangki yang diamati. Seluruh pembelajaran teknis yang diperoleh memperkuat kesiapan untuk berkontribusi dalam penerapan teknologi proses pada industri pengolahan alkohol.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
ContributorSusmiati, YuanaNIDN0012027902
Subjects: 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 470 - Teknologi Kebumian > 474 - Teknik Perminyakan (Perminyakan)
Divisions: Jurusan Teknik > Prodi D4 Teknik Energi Terbarukan > PKL
Depositing User: Angga Maufirotus Sya'bani
Date Deposited: 23 Jan 2026 01:12
Last Modified: 23 Jan 2026 01:13
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52107

Actions (login required)

View Item View Item