Produksi Calon Benih Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Varietas Vima 1 Di Ip2tp Genteng Banyuwangi Laporan Praktek Kerja Lapang

F, Mohammad Fariz Avin (2021) Produksi Calon Benih Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Varietas Vima 1 Di Ip2tp Genteng Banyuwangi Laporan Praktek Kerja Lapang. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (157kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (164kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (84kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
A41171353_LAPORAN LENGKAP.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Produksi calon benih Tanaman Kacang hijau (Vigna Radiata L.) varietas Vima 1 di IP2TP Genteng Banyuwangi, Mohammad Fariz avin F ,NIM A41171353, Tahun 2021, Halaman 49, Program Studi Teknik Produksi Benih, Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Ir. Hari Prasetyo, MP (Dosen Pembimbing), Joko Restuono. S.,P. (Pembimbing Lapang). Tanaman kacang hijau masih kurang mendapat perhatian dari petani, meskipun hasil tanaman ini mempunyai nilai gizi yang tinggi dan harga yang baik. Dibanding dengan tanaman kacang-kacangan yang lain, kacang hijau memiliki kelebihan ditinjau dari segi agronomi maupun ekonomis, seperti: lebih tahan kekeringan, serangan hama penyakit lebih sedikit, dapat dipanen pada umur 55 – 60 hari, dapat ditanam pada tanah yang kurang subur, dan cara budidayanya yang mudah. Dengan demikian kacang hijau mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan (Sunantara, 2000). Kacang hijau termasuk tanaman pangan yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Kacang hijau berasal dari India, diintroduksi pada abad ke tujuh, bersamaan dengan adanya hubungan dagang dan keagamaan antara Indonesia dan India. Di India, kacang hijau sudah dibudidayakan sejak beberapa abad sebelum masehi (Paroda dan Thomas, 1998). Teknik Budidaya kacang hijau dapat mengoptimalkan jumlah produksi dengan memberian pupuk dan pengendalian OPT yang baik dan benar sehingga tingkat produktifitas tanaman kacang hijau ini semakin tinggi dan dapat menghasilkan benih kacang hijau yang bagus. Sebelum melakukan penanaman pengolahan lahan harus di lakukan terlebih dahulu untuk menghilangkan racun dalam tanah.Pengolahan lahan ini di lakukan menggunakan mein bajak piringan dan mesin rotari untuk meratakan tanah. Pemeliharaan tanaman kacang hijau ini meliputi Pemupukan, Pengendalian OPT, dan Pengairan. Pemupukan di lakukan hanya satu kali karena tanaman kacang hijau merupakan tanaman yang memiliki umur genja ataupun umur yang pendek,Pemupukan ini di lakukan sebelum proses penanaman berlangsung atau setelah di lakukan pengolahan lahan , pupuk yang di gunakan yaitu SP36, UREA Dan KCl. Pengendalian tanaman hama penyakt kacang hijau ini di lakukan satu vi mingu sekali untuk mencega terserangnya hama penyakit yang mengakibatkan rusaknya tanaman kacang hijau. Pengairan tanaman kacang hijau di lakukan pada fase kritis tanaman yaitu awal pertumbuhan, pada saat berbunga dan pada saat pengisian polong. Tanaman kacang hijau sangatlah toleren terhadap kekeringan maka dari itu tanaman kacang hijau ini sering di tanam pada musin kemarau atau akhir musim hujan. Pengairan tanaman kacang hijau di lakukan pada fase kritis tanaman yaitu awal pertumbuhan, pada saat berbunga dan pada saat pengisian polong. Lahan kacang hijau tidak boleh airnya sampai tergenan karena akan mengakibatkan rusak pada tanaman atau busuk, Pada saat pengairan lahan yang terpenting tanah lebab saja.Kelembapan tanah untuk tanaman kacang hijau yaitu 80-90% . Pemanenan kacang hijau dilakukan serempak. Ciri tanaman kacang hijau siap di panen yaitu polong sudah berwarna coklat kehitaman.Proses pemanenan di laukan pada pagi hari dan di laukan dengan cara di petik polongnya dan di masukan pad awadah atau karung untuk kemudian di bawa ke proses penjemuran. Tanaman kacang hijau yang sudah di panen Kemudian di jemur sampai polong banyak yang terbuka, proses penjemuran ini di lakukan untuk mempermudah dalam proses perontokan atau penggeblokan. Proses penggeblokan di lakukan pada polong yang di jemur beralaskan terpal plastik, tujuan perontokan ini untuk memisahkan biji dengan kulit polong. Setelah di lakukan perontokan yaitu membuang kulit polong dan tersisah biji saja yang ada di atas terpal plastik. Kegiatan raktek kerja lapang (PKL) yang telah di lakukan mahasiswa dalam kurun waktu 4 bulan di Instalasi Penelitian dan Pengkasian Teknologi Pertanian (IP2TP) Genteng. Mahasiswa mampu menyelesaikan tujuan khusus PKL tentang Produksi calon benih kacang hijau (vigna Radiata L.) dengan tercapainya semua tujuan dari PKL. Mahasiswa mendapat tambahan wawasan pengetahuan tentang produksi calon benih kacang hijau dan analisa usaha taninya.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPrasetyo, HariNIDN0024046202
Uncontrolled Keywords: Produksi Calon Benih Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Varietas Vima 1
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 155 - Perkebunan
Divisions: Perpustakaan > Lap.PKL
Depositing User: Mohammad Fariz Avin F
Date Deposited: 24 Jun 2021 02:33
Last Modified: 24 Jun 2021 02:33
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/5177

Actions (login required)

View Item View Item