Pengembangan Sistem Pendeteksi Kecemasan Menggunakan Pemodelan Eye Gaze Untuk Membantu Psikiater

Sauri, Sofyan (2019) Pengembangan Sistem Pendeteksi Kecemasan Menggunakan Pemodelan Eye Gaze Untuk Membantu Psikiater. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Ringkasan)
7. RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (181kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
13. BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (382kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (488kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
20. E32160633 LAPORAN LENGKAP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Didalam kehidupan manusia, teknologi berkembang begitu pesat. Kebutuhan manusia juga semakin banyak yang bergantung dengan teknologi, baik dalam bidang komunikasi, pendidikan, perkebunan, penerbangan, bahkan dalam bidang kesehatan (Mutmainnatul Qulub, 2017). Kecemasan sering muncul di kalangan masyarakat modern, hal ini di akibatkan oleh kompleksitas kehidupan yang semakin tinggi sehingga banyak di temukan di daerah perkotaan, dimana dalam penanganan ini menjadi hal yang sangat penting. Kecemasan atau rasa khawatir wajar dimiliki oleh setiap orang. Namun tanpa disadari seseorang yang mengalami kecemasan kronis akan mengalami gelisah, kurangnya kontak mata, rasa mual pada perut, sakit kepala dan penyakit jantung (M. Nur Ghufron & Rini Risnawita, S, 2014: 144). Dan selama ini kegiatan dalam menangani rasa cemas sebagian besar dilakukan secara manual oleh psikiater, sehingga menyebabkan kurangnya keakuratan dalam memberi kepastian kepada pasien, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor kelemahan, seperti kelelahan karena kurangnya suatu tenaga kerja dalam hal menangani kecemasan, dan saat ini Indonesia dengan penduduk sekitar 250 juta jiwa baru memiliki sekitar 451 psikolog klinis (0,15 per 100.000 penduduk), 773 psikiater (0,32 per 100.000 penduduk), dan perawat jiwa 6.500 orang (2 per 100.000 penduduk). Salah satu cara yang dapat menjawab permasalahan tersebut adalah dengan proses otomasi. Proses otomasi itu sendiri membutuhkan beberapa perangkat, yaitu perangkat Tobii Eye Tracking, komponen proses dan komponen-komponen yang lainnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPutranto, Hermawan AriefNIP198301092018031001
Subjects: 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 450 - Teknik Elektro dan Informatika > 457 - Teknik Komputer
Divisions: Jurusan Teknologi Informasi > Prodi D3 Teknik Komputer > Tugas Akhir
Depositing User: Usman Efendi
Date Deposited: 14 Jan 2026 03:33
Last Modified: 14 Jan 2026 03:34
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/51170

Actions (login required)

View Item View Item