Suhendra, Regina Iqna (2019) Pengaruh Emaskulasi dan Dosis Pupuk Kascing Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Baby Corn (Zea Mays),. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Ringkasan)
8.RINGKASAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (88kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
12.BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (94kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
17.DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (165kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
A31161378_LAPORAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Baby corn merupakan sayuran mini yang berasal dari tongkol jagung yang dipanen saat muda. baby corn dipetik saat 2 atau 3 hari sesudah munculnya rambut (silking), sehingga belum terdapat biji-biji jagung hasil pembuahan. baby corn menjadi salah satu bahan pelengkap hidangan favorit sebagian keluarga Indonesia. Kandungan lemak yang rendah serta gizi yang tidak jauh berbeda dengan jagung, menjadikan baby corn memiliki peminat yang tidak hanya mencakup pasar lokal saja namun hingga pasar mancanegara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh emaskulasi dan dosis pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan produksi baby corn (Zea Mays). Penelitian ini diharapkan bagi peneliti dapat meningkatkan pengetahuan dan menetapkan ilmu terapan yang diperoleh selama masa perkuliahan dan juga sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Jambutan, Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Penelitian ini berlangsung selama dua bulan dimulai tanggal 16 Februari 2019 hingga 16 April 2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan emaskulasi (E) yang terdiri dari tanpa emaskulasi (E0), emaskulasi saat bunga muncul (E1), dan emaskulasi saat bunga mekar (E2). Faktor kedua adalah dosis pupuk kascing (K) yang terdiri dari jumlah pemberian 0 Ton/Ha (A0), 3 Ton/Ha (A1) dan 4 Ton/Ha (A3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit perlakuan. Parameter yang diamati terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah tongkol per tanaman (buah), berat tongkol per tanaman (gram), berat tongkol per plot ix (gram). Pengambilan data diambil 2 minggu setelah tanam sampai dengan minggu keenam. Data dianalisis menggunakan Analisis of Variace (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 1 % Hasil percobaan menunjukkan bahwa, interaksi antara emaskulasi dan dosis pupuk kascing tidak berpengaruh nyata (ns) terhadap parameter tinggi tanaman (2, 3, 4, 5, 6 MST), jumlah tongkol per tanaman dan berat tongkol per plot. Interaksi antara emaskulasi dan dosis pupuk kascing berpengaruh nyata (*) terhadap parameter berat tongkol per tanaman. Perlakuan terbaik dari interaksi antara emaskulasi dan dosis pupuk kascing pada parameter berat tongkol per tanaman adalah E1K2 (Emaskulasi saat bunga muncul, dosis pupuk kascing 40kg/ 100m²).
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 152 - Hortikultura | ||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D3 Produksi Tanaman Hortikultura > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Usman Efendi | ||||||
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 08:46 | ||||||
| Last Modified: | 07 Jan 2026 08:47 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50029 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
