Manajemen Biosecurity Ayam Ras Petelur di Pt Permata Unggas Farm

Rumawati, Rumawati (2025) Manajemen Biosecurity Ayam Ras Petelur di Pt Permata Unggas Farm. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (181kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (198kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (154kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Magang di PT Permata Unggas Farm Rebono, bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan penerapan teori yang diperoleh diperkuliahan yang dapat diterapkan langsung di perusahaan, serta memahami menajemen biosecurity ayam ras petelur di PT Permata Unggas Farm. Magang dimulai pada tanggal 22 Juli sampai 22 November 2025 di PT Permata Unggas Farm yang berlokasi di Desa Rebono, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. PT Permata Unggas Farm menggunakan kandang close house, dengan memiliki 6 bangunan kandang yang terdiri dari 2 kandang fase starter sampai grower dan 4 kandang fase layer. Saat ini populasi sekitar 122.481 ekor ayam ras petelur dengan strain Lohman Brown. Ayam petelur yang dibudidayakan merupakan jenis ayam yang dipelihara secara khusus untuk menghasilkan telur dengan jumlah besar atau sering disebut ayam komersial. Ayam ras ini merupakan strain yang memiliki keunggulan produksi yang tinggi, yang dapat dilihat dari jumlah ataupun ukuran telurnya. Ayam petelur memiliki fase pertumbuhan yaitu fase starter 0-6 minggu, fase grower 6-18 minggu, dan fase layer 18 minggu sampai afkir. Program biosecurity pada paternakan memiliki peranan yang sangat penting, karena dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan pemeliharaan ternak. Program biosecurity yang dibuat oleh perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan farm. Pelaksanaan program biosecurity bertujuan untuk mencegah terjadinya transfer agen penyakit, membuat tingkat kontaminasi seminimal mungkin yang disebabkan oleh mobilitas suatu objek dari luar seperti dilakukan kontrol pakan dan minum, menjaga kesehatan ternak melalui pengendalian lalu lintas dengan penyemprotan desinfektan Benzalkonium Cloride (BKC) dengan dosis 350 ml dengan air 250 litter, kebersihan lingkungan, kandang, gudang, karyawan, penanganan limbah dilakukan pembakaran, serta pemberian vitamin dan vaksin sebagai antibodi. Sedangkan untuk ayam yang terjangkit penyakit dipisahkan di kandang karantina dan segera ditangani agar tidak menular ke ayam yang sehat.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPantaya, DadikNIDN0017106705
Uncontrolled Keywords: Biosecurity, Ayam Petelur, Manajemen
Subjects: 200 - Rumpun Ilmu Hewani > 210 - Ilmu Peternakan > 211 - Ilmu Peternakan
200 - Rumpun Ilmu Hewani > 210 - Ilmu Peternakan > 216 - Produksi Ternak
200 - Rumpun Ilmu Hewani > 210 - Ilmu Peternakan > 217 - Budidaya Ternak
Divisions: Jurusan Peternakan > Prodi D4 Manajemen Bisnis Unggas > PKL
Depositing User: Rumawati Rumawati
Date Deposited: 05 Jan 2026 01:56
Last Modified: 05 Jan 2026 01:57
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/49336

Actions (login required)

View Item View Item