Penanganan Tamu Asing di Banyuwangi Ethno Carnival 2025

Pungus, Steve Ferdinand (2025) Penanganan Tamu Asing di Banyuwangi Ethno Carnival 2025. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN1.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (128kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (180kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA1.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (95kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Politeknik Negeri Jember (Polije) merupakan perguruan tinggi negeri vokasi yang berada di Jember. Politeknik Negeri Jember atau yang biasa disebut dengan Polije ini memiliki sistem pembelajaran 40% teori dan 60% praktik. Sebagai bentuk usaha tercapainya program pembelajaran yang ada di Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Jember mengadakan program magang untuk setiap mahasiswa. Tujuan Politeknik Negeri Jember dalam melaksanakan program magang yakni untuk mewujudkan lulusan Politeknik Negeri Jember yang berkualitas, unggul, dan profesional. Program magang tersebut dilakukan dengan estimasi waktu kurang lebih selama 4 bulan kerja dengan hitungan 900 jam, mencakupi durasi maksimal 1 bulan pembekalan dan 1 bulan penyusunan laporan magang. Penulis melaksanakan kegiatan magang di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, sebuah instansi pemerintah daerah yang berfokus pada pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata lokal. Selama masa magang, penulis mendapatkan kesempatan berharga untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025, sebuah event tahunan berskala nasional yang telah menjadi ikon budaya Banyuwangi. BEC 2025 dilaksanakan pada tanggal 11–13 Juli 2025 dan mengusung tema utama "Ngelukat", yang merupakan istilah dalam budaya Bali dan Osing (suku asli Banyuwangi) yang berarti ritual penyucian atau pembersihan diri secara lahir dan batin. Tema ini dikembangkan menjadi enam subtema utama yang menggambarkan tahapan dalam kehidupan manusia berdasarkan tradisi dan kearifan lokal, yaitu: 1. Selapanan – Tradisi selamatan yang dilakukan pada hari ke-35 setelah bayi lahir, sebagai simbol syukur dan penyambutan jiwa baru. 2. Mudun Lemah – Upacara pertama kalinya bayi menginjak tanah, melambangkan perkenalan dengan dunia dan alam semesta. 3. Sunatan – Ritual khitanan sebagai bentuk transisi dari masa kanak-kanak menuju remaja. 4. Mitoni – Tradisi selamatan tujuh bulan kehamilan, sebagai bentuk doa dan harapan agar proses persalinan berjalan lancar. 5. Lamaran – Tradisi dalam proses menuju pernikahan yang menandai awal komitmen serius antara dua insan. 6. Pernikahan – Sebagai puncak dari perjalanan cinta dan penyatuan dua keluarga dalam satu ikatan sah secara adat dan agama. Kegiatan ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan budaya yang megah dan artistik, tetapi juga berhasil menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri. Bahkan, sejumlah turis mancanegara turut berpartisipasi sebagai talent dalam parade, menunjukkan bahwa BEC telah mendapat perhatian internasional. Selain itu, banyak pejabat penting turut hadir dan menyaksikan secara langsung jalannya acara, seperti Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa, Bupati Situbondo, Wakil Bupati Mojokerto, serta beberapa perwakilan kementerian terkait. Sebagai peserta magang yang juga menjadi bagian dari tim panitia, penulis memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai tahapan kegiatan, seperti: 1. Proses penyusunan konsep dan visualisasi subtema 2. Koordinasi antar bidang dan talent parade 3. Pengelolaan logistik dan perlengkapan acara 4. Kegiatan dokumentasi, publikasi, serta peliputan media 5. Penanganan tamu undangan dan peserta dari luar daerah 6. Kegiatan teknis di lapangan selama pelaksanaan event Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya wawasan dan keterampilan penulis dalam bidang manajemen event dan komunikasi publik, tetapi juga memberikan pengalaman kerja yang menyenangkan dan seru. Selama proses berlangsung, penulis banyak belajar mengenai cara kerja dalam instansi pemerintahan, pentingnya kerja sama tim, manajemen waktu, dan penyelesaian masalah secara cepat di lapangan. Lebih dari itu, penulis juga mendapatkan relasi baru dari berbagai kalangan, baik dari tim internal dinas, panitia BEC, peserta karnaval, seniman lokal, hingga tamu dan media. Jaringan ini tentu akan sangat berguna bagi pengembangan karier dan masa depan penulis, terutama di bidang industri kreatif dan pariwisata. Secara keseluruhan, kegiatan magang ini memberikan manfaat besar dalam pembentukan karakter, pengembangan kompetensi, dan pemahaman terhadap pentingnya pelestarian budaya daerah. Banyuwangi Ethno Carnival telah terbukti menjadi salah satu event unggulan yang tidak hanya menjaga warisan budaya lokal, tetapi juga memberikan dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisata dan perputaran ekonomi UMKM lokal.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorUtami, Lely DianNIDN0026079109
Uncontrolled Keywords: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi
Subjects: 500 - Rumpun Ilmu Bahasa > 520 - Ilmu Bahasa > 521 - Ilmu Linguistik
Divisions: Jurusan Bahasa, Komunikasi dan Pariwisata > Prodi D3 Bahasa Inggris > PKL
Depositing User: Steve Ferdinand Pungus
Date Deposited: 31 Dec 2025 07:42
Last Modified: 31 Dec 2025 07:43
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/49159

Actions (login required)

View Item View Item