Implementasi Metode FMEA Pada Mesin Bending Pelat Di PT Laksana Bus Manufaktur

Firgo, Sigit (2025) Implementasi Metode FMEA Pada Mesin Bending Pelat Di PT Laksana Bus Manufaktur. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (146kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (381kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (157kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Sigit Firgo_H42221001.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kegiatan magang ini merupakan sarana untuk mengaplikasikan ilmu teori yang diperoleh diperkuliahan ke dalam dunia kerja nyata. PT Laksana Bus Manufaktur merupakan salah satu perusahaan yang menerima program magang siswa maupun mahasiswa. Perusahaan ini bergerak di bidang karoseri bus yang berlokasi di Ungaran, Semarang, Jawa tengah. Ada banyak devisi di PT Laksana Bus Manufaktur salah satunya Divisi Maintenance, yang memiliki tanggung jawab terhadap perawatan dan perbaikan mesin-mesin produksi. Dalam kegiatan magang ini, mahasiswa menerapkan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada mesin bending pelat hidrolik di PT Laksana Bus Manufaktur, yang berfungsi membengkokkan pelat logam untuk pembuatan rangka dan bodi bus. Penerapan FMEA bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan, menganalisis dampak kerusakan, serta menentukan prioritas perawatan agar efektivitas dan keandalan mesin meningkat. Hasil analisis menunjukkan empat komponen kritis dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, yaitu panel kontrol kelistrikan memiliki nilai RPN 280, selang dan pipa hidrolik nilai RPN 180, pompa hidrolik nilai RPN 175, dan silinder hidrolik dengan nilai RPN 140. Semua komponen tersebut berada di atas nilai RPN kritis dengan nilai RPN kritis 129 dan diperlukan perawatan prioritas seperti pemeriksaan kabel dan konektor, penggantian selang dan oli berkala, serta pencegahan overheating pada pompa. Penerapan metode ini dapat meningkatkan efektivitas perawatan, mengurangi risiko kerusakan, dan mendukung kelancaran proses produksi bus. Kegiatan magang juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam analisis sistem perawatan industri dan penerapan metode teknik otomotif di dunia kerja.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPratama, Aditya WahyuNIDN0014067811
Uncontrolled Keywords: Metode FMEA, PT Laksana Bus Manufaktur, Mesin Produksi, Mesin Bending Pelat, Failure Mode and Effect Analysis, RPN, Risk Priority Number
Subjects: 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 431 - Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain)
Divisions: Jurusan Teknik > Prodi D4 Mesin Otomotif > PKL
Depositing User: Sigit Firgo
Date Deposited: 29 Dec 2025 02:07
Last Modified: 29 Dec 2025 02:08
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/48266

Actions (login required)

View Item View Item