Yuanita, Aini Lolita Ari (2025) Analisis Faktor Penyebab Ketidaktepatan Kode Non-Insulin-Dependent Diabetes Mellitus di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.
![]() |
Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (253kB) |
![]() |
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (344kB) |
![]() |
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (230kB) |
![]() |
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Pemberian kode diagnosis adalah proses penentuan kode yang terdiri dari kombinasi huruf dan angka dengan berpedoman pada ICD-10. Ketepatan kode diagnosis seharusnya mencapai 100%, namun berdasarkan hasil studi pendahuluan ditemukan adanya ketidaktepatan kode NIDDM sebesar 60% (18 dari 30 berkas). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab ketidaktepatan kode NIDDM menggunakan teori kinerja Gibson. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap 4 informan, observasi, dokumentasi, scoring, dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu yang menyebabkan ketidaktepatan kode NIDDM adalah coder masih berpedoman pada daftar kode excel serta latar belakang pendidikan coder bukan rekam medis. Faktor psikologis meliputi tidak adanya pelatihan serta belum adanya penerapan reward dan punishment. Sedangkan faktor organisasi mencakup belum adanya audit koding dan sosialisasi SPO coding. Hasil scoring menunjukkan faktor utama penyebab ketidaktepatan kode NIDDM adalah coder yang tidak memiliki latar belakang pendidikan rekam medis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketidaktepatan kode NIDDM pada faktor individu disebabkan oleh sub variabel kemampuan dan keterampilan serta pendidikan, pada faktor psikologis disebabkan oleh sub variabel pembelajaran dan motivasi, sedangkan pada faktor organisasi disebabkan oleh sub variabel kepemimpinan dan SPO. Solusi jangka pendek dapat dilaksanakan sosialisasi SPO koding, pelatihan internal, serta audit koding; jangka menengah dapat dilaksanakan pelatihan eksternal dan penerapan reward dan punishment; serta jangka panjang dapat dilakukan penggantian coder rawat jalan dengan lulusan rekam medis guna memenuhi standar kompetensi tenaga koding. Kata Kunci: Ketidaktepatan Kode, Individu, Psikologis, Organisasi
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Ketidaktepatan Kode, Individu, Psikologis, Organisasi | ||||||
Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 370 - Ilmu Keperawatan dan Kebidanan > 373 - Administrasi Rumah Sakit 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan) 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan |
||||||
Divisions: | Perpustakaan > Tugas Akhir > Undergraduate | ||||||
Depositing User: | Aini Lolita Ari Yuanita | ||||||
Date Deposited: | 29 Aug 2025 02:02 | ||||||
Last Modified: | 29 Aug 2025 02:02 | ||||||
URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/46687 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |