Sistem Pengenceran Dan Pembekuan Lateks Pada Bagian Pengolahan Di Pt Perkebunan Nusantara Xii Kebun Kotta Blater Jember

Wulandari, Afita Dwi (2020) Sistem Pengenceran Dan Pembekuan Lateks Pada Bagian Pengolahan Di Pt Perkebunan Nusantara Xii Kebun Kotta Blater Jember. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
5. RINGKASAN.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (116kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
10. BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (300kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (282kB)
[img] Text (Full Text)
D41160862_LAPORAN LENGKAP.pdf

Download (2MB)

Abstract

Sistem Pengenceran dan Pembekuan Lateks Pada Bagian Pengolahan Di PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Kotta Blater Jember, Afita Dwi Wulandari, NIM D41160862, Tahun 2020, 38 Halaman, Manajemen Agribisnis, Politeknik Negeri Jember, Andi M. Ismail S.ST, M.Si (Dosen Pembimbing) Praktek Kerja Lapang (PKL) merupakan kegiatan akademik yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa/mahasiswi Politeknik Negeri Jember. Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dan keterampilan khusus di dunia kerja sesuai dengan bidang keahliannya. Selama mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan untuk menyelesaikan tugas sesuia dengan lokasi PKL. Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan selama 512 jam namun karena adanya pandemi Covid-19 dilaksanakan hanya 256 jam Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Kotta Blater yang merupakan salah satu perkebunan karet yang memproduksi getah karet (lateks) menjadi RSS (Ribbed Smoked Sheet).. Proses produksi karet sangat diperhatikan agar dapat menghasilkan mutu karet sheet yang baik. Maka dari itu, dari tiap-tiap bagian produksi dilakukan dengan hati–hati agar tidak merusak mutu. Berawal dari penerimaan lateks yang dilakukan oleh afdeling kebun, kemudian dilakukan pengolahan yang meliputi pencairan dan pembekuan lateks dengan memberikan campuran bahan tambahan berupa asam semut sesuai dengan mutu lateks. Setelah dilakukan penggilingan yang menghasilkan lembaran basah, maka selanjutnya dilakukan proses pengasapan yang dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan suhu yang telah ditentukan. Setelah dilakukan pengasapan, maka selanjutnya memasuki bagian sortasi untuk dilkakukan pemilihan karet sheet sesuai dengan mutunya dan dilakukan pengepresan dan pelebelan untuk siap dikirim ke gudang. Dari sekian proses produksi, sistem pengenceran dan pembekuan lateks merupakan hal yang penting karena dari sinilah awal mutu karet dihasilkan. Pengenceran dan pembekuan merupakan bagian dari pengolahan lateks. Proses pengenceran lateks yaitu mulai lateks yang diterima dari kebun tiap- tiap afdeling dikumpulkan kedalam bak penampung untuk diukur dan diambil sampel KKK yang nantinta akan dijadikan sebagai acuan dakam penentuan pengenceran lateks. Hasil penimbangan dari pengambilan contoh KKK di kalikan dengan faktor pengering yang sudah ditetapkan sebelumnya. Adapaun faktor pengering yang digunakan di pabrik pengolahan PTPN XII kebun Kotta Blater ialah faktor pengering superior yakni sebesar 78% dan proses pembekuan lateks dilakukan dengan cara menambahkan cairan asam semut yang telah diencerkan terlebih dahulu. Jumlah kebutuhan asam semut yang digunakan untuk proses pembekuan berbeda-beda karena pemakaian asam amoniak tiap-tiap afdeling kebun berbeda. Untuk mengetahu jumlah pemakaian asam semut tiap afdeling maka mandor pengolahan diharuskan utuk berkomunikasi dengan mandor sadap tiap-tiapafdeling kebun, maka langkah selanjutnya adalah dengan mencari jumlah total asam amoniak yang sudah diencerkan. Langkah selanjutnya dengan menghitung jumlah asam semut yang akan digunakan sebagai penetral dan pembekuan lateks. Penentuan Kadar Karet Kering (KKK) merupakan faktor penting dalam pengolahan lateks. Semakin besar nilai KKK maka liter lateks yang di encerkan semakin sedikit maka jumlah produk karet sheet meingkat, sebaliknya semakin kecil KKK maka jumlah lateks yang dibutuhkan dalam pengenceran semakin banyak. Pembekuan yang dilakukan oleh bagian pengolahan mengacu pada jumlah pemakaian asam amoniak oleh kebun maka jumlah pemakaian asam semut sebagai pembeku lateks juga semakin besar. Kendala atau masalah yang dihadapi oleh PTPN XII Kebun Kotta Blater adalah peralatan yang digunakan dalam proses pengenceran dan pembekuan lateks serta sumber daya manusia yang kurang teliti. (Jurusan Manejemn Agribisnis, Program Studi Manajemen Agroindustri, Politeknik Negeri Jember)

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorIsmail, AndiNIDN0002038903
Subjects: 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 571 - Manajemen
Divisions: Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D4 Manajemen Agroindustri > PKL
Depositing User: Theresia
Date Deposited: 22 Oct 2020 04:21
Last Modified: 22 Oct 2020 04:33
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/442

Actions (login required)

View Item View Item