Penentuan Faktor Penyebab Losses Fuel Papa Tangki Timbun BBM (HSD) Di Bali PGU UNIT PLTG GILIMANUK

Nur, Hayati (2020) Penentuan Faktor Penyebab Losses Fuel Papa Tangki Timbun BBM (HSD) Di Bali PGU UNIT PLTG GILIMANUK. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
2. H41161409 Nur Hayati - Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (88kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
4. H41161409 Nur Hayati - Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (8kB)
[img] Text (Laporan PKL Lengkap)
3. H41161409 Nur Hayati - Laporan PKL Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
1. H41161409 Nur Hayati - Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (234kB)

Abstract

Penentuan Faktor Penyebab Losses Fuel pada Tangki Timbun BBM (HSD) di Bali PGU Unit PLTG Gilimanuk, Nur Hayati, NIM H41161409, Tahun 2020, 50 hlm, Teknik Energi Terbarukan, Politeknik Negeri Jember, Siti Diah Ayu Febriani, S.Si., M.Si (Dosen Pembimbing Internal) dan Jun Firmansyah (Pembimbing Lapang/Eksternal). Politeknik Negeri Jember melalui program studi D-IV Teknik Eneri Terbarukan mendidik mahasiswa menjadi tenaga ahli di bidang bioenergi atau analisis studi kasus maupun analisis kebutuhan energi disuatu perusahaan atau instansi. Untuk itu, kegiatan PKL yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa program studi D-IV Teknik Energi Terbarukan lebih banyak di khususkan pada sektor industri di bidang energi seperti pembangkit listrik dan pabrik bioenergi. PT. Indonesia Power Bali PGU merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang pembangkit listrik. Salah satu sub unit pembangkit yang dimiliki oleh PT. Indonesia Power Bali PGU adalah PLTG Gilimanuk yang memiliki daya terbangkitkan 133.8 MW. Pelaksanaan kegiatan PKL ini mengangkat studi kasus yaitu mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) khususnya yang ada di Gilimanuk. PLTG Gilimanuk menggunakan solar HSD sebagai bahan bakar yang digunakan untuk membangkitkan listrik. Bahan bakar solar HSD ini disimpan dalam tangki timbun yang memiliki kapasitas 7398 m3 dengan diameter tangki mencapai 23.820 m dan tinggi tangki 16.5 m. Tangki timbun ini didisain dengan disain pada API 650 baik dari struktur, konstruksi dan pewarnaan tangki. Solar HSD pada tangki timbun mengalami penurunan level gauge dimana penurunan level gauge ini menunjukkan adanya losses yang terjadi pada tangki. Penurunan level gauge ini diamati pada tangki timbun 01 yang berada dalam posisi tidak digunakan untuk beroperasi sehingga level gauge dapat diamati secara konstan. Terjadinya losses fuel ini dapat dipengaruhi oleh bebrapa faktor diantaranya pencurian, kesalahan alat ukur, kesalahan ukur, human eror, draining, tumpahan, pengendapan, kebocoran dan penguapan. Dilakuakan observasi lapang dan kajian pustaka untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh penting dalam terjadinya losses pada tangki timbun 01 di PLTG Gilimanuk. Hasil dari observasi serta kajian pustaka yang dilakukan, faktor yang berpengaruh dalam terjadinya losses fuel ini adalah penguapan dan juga pengendapan dimana kedua faktor ini dipengaruhi oleh aktifitas mikroorganisme pendegradasi hidrokarbon. Mikroorganisme yang berperan dalam pendegradasi hidrokarbon berjenis Solar HSD umunya adalah bakteri bergeneus Bacillus. Genus Bacillus merupakan bakteri gram positif dan bersifat aerob (terdapat beberapa yang bersifat fakultatif anaerob). Bakteri ini mampu membentuk endospora yang memiliki ketahanan tinggi tehadap faktor kimia dan fisika (suhu ekstrim. Alkohol, asam, basa dan sebagainya). Bakteri genus Bacillus mampu hidup pada suhu rentang 5-50°C. Bakteri ini mampu merombak hidrokarbon menjadi uraian aling sederhana berupa air, karbon dioksida dan gas metana. Akibat adanya degradasi hidrokarbon pada solar HSD akan menyebabkan kualitas dari solar HSD mengalami penurunan salah satunya adalah nilai kalor. Menurunnya nilai kalor akan mempengaruhi proses pembakaran pada mesin. Octane booster dapat digunakan untuk menaikkan nilai kalor pada solar HSD baik berupa campuran cairan atau padatan. Capuran 60 ml zat aditif ini pada 20 L solar HSD mampu menaikkan HHV sebesar 0.52% dan LHV sekitar 0.48%. Sedangkan penambahan 1 butir pill pada 20 L solar HSD mampu menaikkan HHV sebesar 0.78% dan LHV sebesar 0.74%.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorSiti, Diah Ayu FebrianiNIDK8881500016
Uncontrolled Keywords: Bacillus, Octane Booster, Losses Fuel, Level Gauge dan Tangki Timbun
Subjects: 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 420 - Teknik Sipil dan Perencanaan Tata Ruang > 422 - Teknik Lingkungan
410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 433 - Teknik Kimia
Divisions: Perpustakaan > Lap.PKL
Depositing User: Nur Hayati
Date Deposited: 22 Oct 2020 02:35
Last Modified: 22 Oct 2020 02:35
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/358

Actions (login required)

View Item View Item