Analisis Kelayakan Usahatani Budidaya Tomat Beef pada K-Smart Greenhouse di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang

Lestari, Febrianti Dhia (2024) Analisis Kelayakan Usahatani Budidaya Tomat Beef pada K-Smart Greenhouse di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (32kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (116kB)
[img] Text (Full Text)
D31212083_Laporan lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (92kB)

Abstract

Magang merupakan suatu kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam upaya untuk memperoleh pengetahuan baru dan pengalaman praktek kerja. Adanya kegiatan magang di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan Lawang, diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang kondisi nyata yang ada dalam dunia pertanian dan memberikan kemampuan bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi yang ditempuh. Tujuan dari magang ini adalah agar mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan kerja lapang pada suatu perusahaan ataupun instansi dan mampu membentuk sikap serta keterampilan kerja, khususnya pada bidang pelatihan pertanian khusunya yang berada di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan Lawang. Metode yang digunakan dalam kegiatan Magang ini adalah dengan wawancara, pengamatan, evaluasi dan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan pekerjaan. Balai Besar Pelatihan (BBPP) Ketindan Lawang merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang pertanian, dimana saat ini Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan juga merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bidang pelatihan pertanian, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang secara teknis dibawah Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Hasil analisis usaha yang telah dilakukan diketahui BEP (produksi) sebanyak 4.697 kg, jauh lebih kecil dibandingkan dengan produksinya yaitu 9.480 kg. BEP (harga) sebesar Rp. 10.529 lebih kecil dibandingkan dengan harga jual yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp 21.250. Nilai R/C Ratio 1,80 ROI sebesar 0,51% dan hasil dari Payback Period yaitu 5 bulan. Dimana keempat analisis tersebut telah sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Dengan demikian ketiga analisis tersebut menunjukkan bahwa usaha ini menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Business Model Canvas mengembangkan model bisnis pada Budidaya Tomat Beef dapat dilihat dari 9 elemen yaitu: Dari identifikasi yang dilakukan pada elemen customer segments, pasar Tomat Beef varietas Tought Boy Fight adalah market dimana pelanggan berasal dari retail modern wilayah Malang – Surabaya, pasar tradisional, dan pabrik pembuatan saos. Dari value propositions Tomat Beef sangat mengutamakan kepuasan pelanggan dengan menghasilkan produk tomat yang berkualitas bagus dengan Tingkat kemanisa 5-7 brix dan penjaminan kuantitas, keamanan serta terjaga kesegarannya dapat membuat pelanggan melakukan repeat order. Pada channel yang diterapkan Tomat Beef adalah saluran melalui outlet media sosial, pemasaran secara langsung dan reseller. Elemen key resources dan key activities pada Budidaya Tomat Beef menunjukan bahwa sumber daya dan aktivitas utama adalah bahan baku dan proses budidaya. Dari elemen key partnerships, hingga saat ini Budidaya tomat beef memiliki partner dari supplier nutrisi, supplier benih, retail modern dan reseller yang dapat membantu dalam proses penjualan. Biaya yang dikeluarkan berhubungan erat dengan biaya pengeluaran untuk menjalankan produksi dan pembelian bahan baku. STP (Segmenting, Targeting, Positioning) yang dilakukan oleh Budidaya Tomat Beef adalah sebagai berikut: (a) segmen pasar yang dituju adalah mulai dari pasar tradisional, pasar induk, pasar semi modern, supermarket, restaurant dan broker. Tomat Beef yang diproduksi menargetkan pada Masyarakat sebagai konsumen yang berasal dari semua kalangan usia serta jenis kelamin. (b) target pasar yang dipilih berupa target yang lebih ditujukan adalah masyarakat menengah ke atas yang banyak tinggal di Kawasan sekitar Lawang, Malang, Batu, Surabaya, Nganjuk, Tanggerang, Jakarta Barat dan sekitarnya. (c) Tomat beef yang diproduksi pada tahap setiap usaha nantinya, konsumen akan ditawarkan dalam bentuk tomat beef segar yang berkualitas.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorMalika, Uyun ErmaNIDN0008018802
Uncontrolled Keywords: Analisis Kelayakan Usahatani Budidaya Tomat Beef pada K-Smart Greenhouse di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang
Subjects: 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 571 - Manajemen
Divisions: Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D3 Manajemen Agribisnis > PKL
Depositing User: Febrianti Dhia Lestari
Date Deposited: 11 Jul 2024 00:42
Last Modified: 11 Jul 2024 00:43
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/33899

Actions (login required)

View Item View Item