Efektivitas Perendaman Puree Bawang Putih (Allium Sativum L.) Dan Lama Penyimpanan Dingin Pada Daging Sapi Terhadap Total Cemaran Bakteri Dan Coliform

'Aisy, Maulidiyah Rihhadatul (2023) Efektivitas Perendaman Puree Bawang Putih (Allium Sativum L.) Dan Lama Penyimpanan Dingin Pada Daging Sapi Terhadap Total Cemaran Bakteri Dan Coliform. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (155kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (216kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (280kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
B32200846_Laporan Tugas Akhir Lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (886kB) | Request a copy

Abstract

Daging sapi adalah bahan pangan asal hewani yang bernutrisi tinggi. Selain itu, daging sapi memiliki protein yang lebih mudah dicerna daripada protein nabati. Kandungan nutrien daging segar terdiri dari 73,10% air, 23,20% protein, 2,80% lemak, dan sejumlah mineral dan vitamin (Williams, 2007). Nutrien-nutrien inilah yang menjadi media pertumbuhan mikroorganisme pembusuk seperti bakteri, kapang dan khamir. Kondisi sanitasi pasar tradisional yang kurang baik dapat mempengaruhi mikroba akan tumbuh dan berkembang yang dapat menurunkan kualitas daging. Ada beberapa cara untuk menjaga kualitas daging. Bawang putih adalah salah satu bahan pengawet alami yang digunakan karena mudah didapatkan dan pengolahannya cukup mudah. Allicin merupakan senyawa yang berperan sebagai antimikroba dalam bawang putih, dimana allicin dapat dihasilkan ketika umbi bawang putih diiris atau diremas. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi puree bawang putih (Allium sativum L.) dan lama penyimpanan dingin berdampak pada total cemaran bakteri (TPC) dan coliform pada daging sapi. Menggunakan metode Total Plate Count untuk mengetahui jumlah bakterinya dan MPN (Most Probable Number) untuk bakter coliform. Semakin tinggi konsentrasi puree bawang putih (Allium sativum L.) yang diberikan maka total cemaran bakteri dan coliform semakin turun namun semakin lama waktu penyimpanan suhu dingin (3°C) penurunan jumlah cemaran bakteri dan coliform cenderung landai. Perlakuan yang efektif dalam menurunkan jumlah cemaran bakteri terdapat pada perlakuan konsentrasi 12% yang disimpan selama 9 hari dengan nilai rata-rata 4,42 Log (Cfu/g) dan coliform terdapat pada perlakuan konsentrasi 12% yang disimpan selama 9 hari dengan nilai rata-rata 4,03 MPN/g.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorBakri, AbiNIDN0012126209
Uncontrolled Keywords: Daging Sapi, Bawang Putih, TPC, Coliform, Penyimpanan Suhu Dingin
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 163 - Teknologi Pertanian
Divisions: Jurusan Teknologi Pertanian > Prodi D3 Teknologi Industri Pangan > Tugas Akhir
Depositing User: Maulidiyah Rihhadatul 'Aisy
Date Deposited: 18 Jul 2023 04:13
Last Modified: 18 Jul 2023 04:16
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/25077

Actions (login required)

View Item View Item