Implementasi Memperpanjang Masa Produk Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Segar Menjadi Produk Bahan Kering.

Authors

  • Kasutjianingati Kasutjianingati
  • Edi - Siswadi
  • Tririni Kusparwanti
  • Niniek Wihartiningseh
  • Agung - Wahyono

Abstract

Penelitian merupakan sebagian penelitian lanjutan dari MP3EI tahun ke 3. Topic penelitian kali ini adalah pengeringan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) pada perlakuan berbagai suhu dan lama waktu pengeringan menggunakan dehydrator. Tujuan penelitian untuk mendapatkan teknik pengeringan jamur tiram yang lebih efektif menggunakan mesin pengering, mendapatkan waktu pengeringan dan suhu pengeringan yang tepat, sehingga diperoleh jamur tiram kering dengan kualitas dan heiginitas terjamin. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap factorial, terdiri dari 3 macam suhu pengeringan (T= 60 0C, 650C dan 700C) dan 3 macam lama waktu pengeringan (W=4 jam, 5 jam, 6 jam dan 7 jam). Jumlah ulangan 3 kali. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam. Luaran yang dihasilkan dari penelitian Mp3EI sampai tahun ke 3 (2016) bahwa limbah-limbah pertanian sesuai yang ada dilokasi mampu dimanfaatkan sebagai bahan substitusi media jamur tiram. Teknik yang dihasilkan adalah teknik penanganan lepas panen dengan pengeringan. Pengaturan suhu dan lama waktu pengeringan mampu dihasilkan produk jamur tiram kering yang berkualitas sebagai bahan olahan makanan siap saji. Teknologi pengeringan yang dihasilkan mampu memberikan kualitas jamur kerbing terbaik yaitu perlakuan pengeringan pada suhu rendah 600C dengan lama waktu tercepat 4 jam menurunkan kadar air menjadi 9,24; Rendemen 11,84 dan Protein 9,03.

References

Direktorat Jendral Horticultural. 2012. Konsumsi dan Produksi Jamur di Indonesia Pada Tahun 2008 – 2010. Jakarta : Ditjen Horticultural

Chazali S dan SP Putri. 2009. Usaha Jamur Tiram Skala Rumah Tangga. Yogyakarta: Penebar Swadaya.

Koswara.S 2009. Teknologi Pengolahan Sayuran Dan Buah- Buahan. [Serial Online]. bkp.madiunkab.go.id. [4 Juli 2015].

Muhtadi,T R, Fitriyono,A. 2010. Teknologi Proses PengolahanPangan. Alfabeta, Bogor

Husain, H. 2006. Pengaruh Metode Pembekuan dan Pengeringan Terhadap Karakteristik Grits Jagung Instan. [Serial Online]. journal.ipb.ac.id. [20 Agustus 2015].

Arif EA, Isnawati, dan Winarsih. 2014. Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih Pleurotus ostreatus pada Media Campuran Serbuk Tongkol Jagung dan Ampas Tebu. LenteraBio Vol. 3 No. 3, September 2014: 255–26 Hendritomo H. 2010. Jamur Konsumsi Berkhasiat Obat.Yogyakarta: Lily Publisher

Winarno, F.G.,1993. Pangan, Gizi, Teknologi dan Kinsmen. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Puspitasari G. G, Wignyanto dan B. S. Diyah Dewanti. 2015.Pemanfaatan Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Sebagai Tepung, Kajian Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan. [Serial Online]. skripsitipftp.staff.ub.ac.id. [17 Agustus 2015].

Taif G. 1988. Operas Pengeringan pads Pengolahan Hasil Pertain.Peerbit Melton Putra. Jakarta.

Yuniarti, D.W., T.D. Sulistiyati, E. Suprayitno. 2913. Pengaruh Suhu Pengeringan Vacumterhadap Kualitas Serbuk Ikan Gabus. (Ophiocephalus stratus). JurnalTHPI Student 1. (1):1-11.

Published

13-12-2016