Proses Distribusi Pestisida di PT. Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT)

Fuadi, Muhammad Ni’am Wasli (2022) Proses Distribusi Pestisida di PT. Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT). [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (4MB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (4MB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (4MB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
D41180188_LAPORAN LENGKAP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan salah satu dari beberapa kegiatan yang ada pada setiap program studi di Politeknik Negeri Jember. Kegiatan ini wajib dijalankan oleh seluruh mahasiswa sebagai syarat kelulusan studi. Pada program studi Manajemen Agroindustri, kegiatan PKL dilaksanakan pada semester 7 dengan alokasi waktu minimal 900 jam atau setara dengan 20 SKS yang terbagi atas pembekalan 200 jam, pelaksanaan PKL 540 jam, dan bimbingan penyusunan laporan PKL serta ujian/evaluasi PKL 160 jam. Selama menjalankan kegiatan PKL, mahasiswa dapat menerapkan ilmu dan keahlian yang didapat di bangku kuliah. Selain itu, PKL juga merupakan wahana belajar di luar kampus yang bertujuan untuk menguatkan pengetahuan dan keahlian yang diperoleh di dalam kampus serta mengenalkan dunia profesional kerja kepada mahasiswa. Praktik Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan dari 1 Oktober 2021 sampai 7 Januari 2022 di kantor bagian estate PT. Gading Mas Indonesia Teguh yang beralamat di Jalan Gajah Mada No. 254, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. PT Gading Mas Indonesia Teguh merupakan perusahaan agribisnis yang bergerak pada komoditas Edamame dan Okra. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari perusahaan induk PT Autsindo Nusantara Jaya, Tbk. PT Gading Mas Indonesia Teguh memiliki 2 lingkup operasional, yaitu estate dan factory. Estate adalah bagian budidaya, sedangkan factory adalah bagian pengolahan hasil panen. Budidaya yang dijalankan oleh PT Gading Mas Indonesia Teguh berada di beberapa titik lahan potensial yang sesuai dengan standar mutu lahan untuk dijadikan sebagai tempat budidaya Edamame maupun Okra. Hasil panen dari aktivitas budidaya selanjutnya akan masuk ke bagian factory untuk diolah menjadi produk Edamame dan Okra segar. vi Mutu produk menjadi konsentrasi khusus untuk mempertahankan dan membangun trust pasar. Pasar dari produk Edamame dan Okra segar yang dihasilkan oleh PT Gading Mas Indonesia Teguh yaitu pasar lokal dan pasar internasional melalui aktivitas ekspor ke negara Jepang. Tedapat dua kategori kualitas produk Edamame maupun Okra, yaitu kualitas lokal dan kualitas prima. Kualitas lokal merupakan kualitas produk yang berada di bawah kualitas prima. Kualitas lokal akan masuk ke pasar lokal, sedangkan kualitas prima akan masuk ke pasar internasional dengan ekspor ke negara Jepang. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penentu baik tidaknya perolehan panen, salah satunya yaitu proses aplikasi pestisida. Aplikasi pestisida merupakan tindakan yang bertujuan untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Proses aplikasi pestisida di lahan akan berjalan lancar jika proses distribusi pestisida juga berjalan lancar. Distribusi menjadi salah satu unsur penunjang dalam pelaksanaan aplikasi pestisida. Terdapat unsur penting di dalam proses distribusi yang berpengaruh signifikan, yaitu manajemen persediaan pestisida dan saluran distribusi pestisida. Saluran distribusi pestisida yang diterapkan oleh PT Gading Mas Indonesia Teguh telah terstruktur dengan baik dan sistematis, namun masih terdapat satu elemen distribusi yang belum mencapai efektivitas dan efisiensi operasi, yaitu jarak remote warehouse (sub gudang) yang berjarak jauh dengan lahan. Sedangkan pada manajemen persediaan pestisida khususnya pada penentuan titik pengadaan kembali persediaan masih terdapat celah yang perlu diperbaiki. Metode yang diterapkan oleh perusahaan yaitu metode perkiraan yang memiliki akurasi rendah karena tanpa ada perhitungan yang kuat, sehingga berpotensi besar trejadi goncangan atau ketidaksetabilan ketersediaan persediaan pestisida di gudang. Metode Reorder Point (ROP) dan penerapan safety stock merupakan solusi altermatif yang dapat diterapkan sebagai upaya untuk mencapai kestabilan persediaan pestisida. Stabilnya persediaan pestisida dapat menunjang aktivitas proses distribusi pestisida ke lahan dan memperlancar proses aplikasi pestisida di lahan serta dapat lebih menjamin kesehatan dan pertumbuhan tanaman.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorIskandar, RidwanNIDN0018095903
Uncontrolled Keywords: Roses Distribusi Pestisida
Subjects: 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 576 - Manajemen Industri
Divisions: Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D4 Manajemen Agroindustri > PKL
Depositing User: Muhammad Ni'am Wasli Fuadi
Date Deposited: 08 Mar 2022 02:56
Last Modified: 03 Aug 2022 06:13
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/11303

Actions (login required)

View Item View Item